13 Desember 2009

Saat Terindah 1

Tebu Manisku

Ken Atik jatmiko


Klaten adalah salah satu daerah di Jawa tengah yang terkenal sebagai  penghasil tanaman tebu (saccharum officanarum L). Tebu Klaten yang terkenal manis dan hasilnya dibawa ke pabrik gula di kota -untuk diproses menjadi gula, itu sekitar tahun 1970 an, ketika saat ini saya masih mampu mengingatnya. Sebelum musim panen tebu tiba, saya selalu dapat menikmati keindahan kembang tebu yang berwarna putih berkibar-kibar dan seringkali bunganya yang halus berderai -derai beterbangan ditiup angin sore. Tebu yang masuk ke dalam keluarga rumput-rumputan (graminae), seperti jagung, glagah, bambu, dll., adalah tanaman eksotik yang terlindungi oleh bulu-bulu halus yang menempel di kulitnya dan dapat membuat kulit kita perih dan gatal. 
Saya pandangi keindahan alam yang mengagumkan dan dilukiskan dalam memori kecilku dan menetap hingga kini di hatiku. Dengan sepeda onthel, hampir setiap sore kami pandangi pemandangan dengan latar gunung Merapi yang angkuh dan ladang tebu yang memanggil-manggil rasa manisnya untuk dicecap rasanya sungguh menggiurkan. Jika ada pengawas kebun datang memeriksa, kami bisa meminta beberapa batang saja, kalo pengawasnya baik hati, 5 batang tebu bisa kami bawa pulang. tapi kalo pengawasnya kikir, sepa rasanya hati ini.
Rasa manis selalu terbayang dan terasa oleh lidahku dan teman-teman sepermainan. Dan kami mewujudkan rasa manis abstrak yang menggebu-gebu dengan mengambil atau tepatnya mencuri tebu. Meski kadang harus petak umpet dengan pengawas kebun tebu. Pengalaman masa kanak-kanak nakal dan lugu. Bersiul-siul dan bercanda tawa kami mengayuh sekuat tenaga sepeda onthel pulang dengan tebu yang dipalangkan di sepeda. Angin semilir pelan-pelan menghapus keringat yang membanjir ketika harus berkejaran dengan pengawas kebun tebu.

Kini setelah mengingat kejadian puluhan tahun lalu, betapa mudahnya mendapatkan rasa manis yang menyenangkan itu. Tebu yang diperes dengan embel-embel sebagai minuman luar negeri, sugar cane drink, walah gaya banget. Kini  tebu dapat diolah menjadi komoditi panganan apapun. Rasanya saat ini,  tak lagi saya jumpai rasa yang menyesakkan dada seperti dulu, begitu manis....begitu murni....begitu menggoda.(ken)


Daur kehidupan tanaman tebu melalui 5 fase :
1.  Fase Perkecambahan
Dimulai dengan pembentukan taji pendek dan akar stek pada umur 1 minggu dan diakhiri pada fase kecambah pada umur 5 minggu.
            2.  Fase Pertunasan
Dimulai dari umur 5 minggu sampai umur 3,5 bulan.
     3.   Fase Pemanjangan Batang
Dimulai pada umur 3,5 bulan sampai 9 bulan.
4.  Fase Kemasakan
Merupakan fase yang terjadi setelah pertumbuhan vegetatif menurun dan sebelum batang tebu mati.Pada fase ini gula didalam batang tebu  mulai terbentuk hingga titik optimal,kurang lebih terjadi pada bulan Agustus,dan setelah itu remdemennya berangsur-angsur menurun.Tahap pemasakan inilah yang disebut dengan tahap penimbunan rendemen gula.
5.  Fase Kematian 

Apakah nasib petani tebu di Indonesia semanis rasa tebunya ?
Apakah betul Indonesia di amabng krisis gula ?
Memelas sekali para petani tebu Indonesia

0 komentar: