11 Agustus 2010

KEKAYAAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER GAGAS DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN  KRIYA  BATIK  KABUPATEN  KOTA  DI WILAYAH  JAWA BARAT


Ken Atik Djatmiko


Batik di Wilayah Jawa Barat

batik Ciamis, Pangkah Lereng Peutey
Terdapat beberapa wilayah pembatikan di Jawa Barat yang masih memproduksi kain batik dengan kekhasan masing-masing daerahnya. Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Indramayu, dan Cirebon merupakan daerah yang masih memiliki kriya tekstil tradisional yang mampu bertahan dan bersaing hingga kini. Motif-motif batik Jawa Barat umumnya diilhami dari keindahan dan kekayaan alam yang subur di tanah Priangan dan digambarkan secara naturalistik. Cirebon dan Indramayu yang memiliki sejarah panjang tentang batik saling menyumbangkan adanya pengaruh kebudayaan Cina, Hindu, dan Islam seperti tampak pada batik dengan motif angkin (corak anyaman), banji, kawung, dan lar. Jenis-jenis flora yang ada di daerah Sunda/Priangan umumnya dijadikan inspirasi oleh para seniman dan perajin dalam menciptakan karyanya. Dalam ragam hias batik Cirebon, Garut, Indramayu, Ciamis, dan Tasikmalaya dapat dijumpai jenis flora antara lain: kangkungan, patran simbar (bentuk-bentuk dedaunan), daun keliangan (daun kering yang bergelombang pada sisi-sisinya), selain flora yang menjadi motif batik motif fauna juga ditemui pada batik yang berasal dari pengaruh berbagai budaya maupun pengembangan dari masyarakat pembatik setempat.


Dalam proses perencanaan untuk memuncullkan kegiatan kerajinan yang berlatar kriya tekstil sangat penting dilakukan upaya riset dalam berbagai segi kehidupan yang menjadi kekayaan wilayah setempat. Hal ini menjadi salah satu hal terpenting dilaksanakan untuk menentukan berbagai hal yang akan menjadi jati diri dari wilayah atau daerah kabupaten yang akan mengembangkan batik. Bukan sesuatu hal yang mudah untuk menentukan dan membuat keputusan yang tepat terhadap sebuah peristiwa penting dalam lingkup kemasyarakatan pada wilayah atau daerah tertentu, mengingat beberapa daerah kabupaten di Jawa Barat tidak memiliki latar belakang budaya kesenian kriya membatik.

Banyak nilai-nilai tradisi yang bisa digali dan dikembangkan di Jawa Barat. Tidak hanya dalam kerajinan semata tetapi juga pada bidang-bidang lain yang dapat menjadi inspirasi seperti ; seni tari, seni musik, seni pertunjukan,kekayaan alam, ornamen, seni bangunan, dll. Namun demikian bukan sesuatu hal yang mudah untuk mengarahkan dan menentukan nilai tradisi yang mana yang akan digali dan kemudian dimunculkan.
Penelitian dengan melakukan beberapa langkah-langkah antara lain ;



batik Indramayu-Ganggeng yg memiliki berbagai varian isian
•mengenal dan memahami berbagai latar belakang budaya dalam satu wilayah atau daerah tertentu


•Melihat kemungkinan-kemungkinan peluang pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia dan alam setempat


•Memahami nilai-nilai budaya daerah setempat sebagai pendukung kehidupan masyarakat


•Melakukan gubincang budaya dengan berbagai pihak ; pemerintah daerah, budayawan, tokoh masyarakat, pengrajin, pengusaha, dan berbagai pihak lainnya.


Dengan begitu kegiatan budaya berupa kriya tekstil – batik yang akan dimunculkan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, budayawan, pengusaha, perajin, dan masyarakat setempat sebagai masyarakat pendukungnya, sehingga menjadi satu agenda yang tidak akan berhenti begitu saja, tetapi dapat terus dijaga kelangsungannya bahkan jika mungkin terus dikembangkan sebagai produk kerajinan yang menjadi kegiatan berkelanjutan untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.


Batik di seluruh Indonesia dan Jawa Barat secara khusus memiliki kekuatan yang tidak akan pernah tertandingi meskipun berbagai kendala mewarnai perjalanan panjang sejarahnya. Dan batik sebagai salah satu produk kebudayaan dan kesenian telah ‘bercerita’ dengan berbagai variasi yang akan terus dikembangkan dengan berbagai cerita dalam bentuk lembaran dengan visualisasi elok “Puisi Tanpa Kata”.(ken)

2 komentar:

sirih merah mengatakan...

wow...informasi mengenai motif jawa barat...thanks ya...senang dapat ilmu perbatikan :)

Ken atiK - The Tales of Genzi mengatakan...

terimakasih ya....